Kado Mendikbud Buat Seluruh Guru Horer Ditengah Badai Corona

 Pencairan gaji guru honorer yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dipermudah selama pandemi virus Corona (COVID-19).

 Halo Rekan-rekan semua yang berada diseluruh Indonesia,

Kemendikbud menghapus ketentuan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) sebagai salah satu syarat guru honorer dapat menerima gaji dari dana BOS.

Baca Juga : KEPASTIAN BANTUAN BPJS 2021 ! Cek Pencairan BLT Karyawan & BSU Januari 2021 Login kemnaker.go.id

Ketentuan di atas dihapus dalam Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler.

Dikutip dalam Permendikbud tersebut, pembiayaan pembayaran honor tersebut diberikan kepada guru yang berstatus bukan aparatur sipil negara (ASN) dan harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Baca Juga : Cara Pengajuan NUPTK Secara Online Bagi GTK Yang Belum Mempunyai NUPTK

Syaratnya yang bersangkutan harus tercatat pada Dapodik per 31 Desember, belum mendapatkan tunjangan profesi, memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah dalam masa penetapan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19 yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

Di masa pandemi ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga meniadakan ketentuan pembayaran honor paling banyak 50% melalui dana BOS. 

Baca Juga : Al Hamdulillah Rencananya, BSU akan dicairkan pada Januari 2021 untuk  294.160 orang



Artinya kepada kepala sekolah diberikan kebebasan untuk memberikan gaji kepada guru honorer yang berlaku selama merebaknya virus Corona. Jumlahnya bisa lebih dari 50%.

Melalui aturan tersebut, dana BOS juga boleh dipakai untuk beli paket internet bagi pelajar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) bisa digunakan untuk membeli kuota internet para guru dan peserta didik. 

Baca Juga : MK: Pemberian Tunjangan Guru-Dosen Hak Konstitusional dan Kewajiban Presiden

Kebijakan ini merupakan salah satu upaya penyesuaian di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

"Dana BOS bisa digunakan, dana BOS kita bisa diadaptasi selama masa krisis ini bisa untuk membeli kuota (internet) pada para guru dan juga siswa. 

Jadi diperbolehkan untuk menambah subsidi kuota internet," kata Nadiem dalam telekonferensi yang diselenggarakan Kemendikbud.

Baca Juga : Ada Peluang 1 juta Guru Honorer Diangkat Jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Tahun 2021.

"Berapa banyaknya (alokasi dana BOS) tidak ada butiran aturannya. Karena dana BOS itu terserah kepala sekolah bagaimana mengalokasikannya. 

Tetapi ada butir-butir lini yang kita berikan diskresi kepala sekolah untuk menggunakan," imbuhnya.

Baca Juga :  Kemendikbud Targetkan Sertifikasi 10 Ribu Guru Tahun Ini

Nadiem menjelaskan dana BOS sebetulnya memang tidak boleh digunakan untuk membeli kuota internet. 

Namun, karena saat ini diberlakukan kebijakan belajar dari rumah, dana BOS bisa digunakan untuk membeli kuota internet.

Baca Juga : SAH! Didukung Penuh DPR-RI Honorer 35 Tahun Menjadi PNS Tanpa Tes, Alhamdulillah

"Misalnya tadi kan tidak boleh menggunakan kuota untuk murid, sekarang diperbolehkan. Tadinya dana BOS alokasi di limit 15% untuk honorer, sekarang kita bisa lepaskan 50%. 

Jadinya peraturannya itu bukan jumlah rupiahnya berapa, peraturannya itu sekarang boleh digunakan untuk itu (alokasi kuota internet). 

Baca Juga : Presiden Jokowi Beri Tunjangan Jabatan untuk PNS Kategori Ini, Berikut Masing-masing Besarannya

Presentasi dialokasikannya berapa itu ditentukan oleh kepala sekolah masing-masing," papar Nadiem.

Sumber: finance.detik.com

Demikian informasi yang dapat kami berikan, kami senantiasa menyuguhkan informasi terbaru, berita terbaru yang dapat dipercaya kebenaranya dari situs-situs resmi yang kami rangkum. 

Baca Juga : Cek Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Rp450 Ribu-Rp1Juta : SD, SMP, SMA-SMK

Belum ada Komentar untuk "Kado Mendikbud Buat Seluruh Guru Horer Ditengah Badai Corona"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel